Email Cinta Sang Suami
Mei 28, 2008 oleh orangtolol
Hidupku…… hidupku……
Tak mudah kurangkum diriku dalam satu-dua pemaknaan. Ini bukan karena karena aku kompleks, atau karena aku sosok yang sederhana. Tak mudah, bahkan untuk sekedar mengerti siapa diriku ini. Apakah aku memang seperti aku adanya? Ataukah aku sekedar obsesi-obsesi yang meng-aku : sebuah harap terselubung, sebuah idealisasi?
Aku, orang yang berbahagia, dipenuhi harapan, tapi tidak bisa mengelak dari kesedihan, keputus-asaan, serta rasa penasaran dan ketakfahaman pada berbagai kesederhanaan dan misteri kehidupan.
Dan hai, sekarang di sinilah aku duduk….. menulis beberapa deret kesimpulan, pertanyaan, juga jawaban, untuk sejumlah lika-liku sederhana yang kutemui,
mungkin di separuh perjalanan hidupku. Mencoba berkaca pada kilasan insiden, peristiwa, kebetulan, hingga sekadar usaha-usaha mengisi dan menunda ketidakabadian.
Ada hari-hari yang tertulis rapi, indah, dan meninggalkan jejak yang hangat pada tahun, bulan, hari, jam, dan menit-menit yang berlalu. Aku masih mengingatnya, dengan kenangan tersenyum. Tapi, tidak pernah kuharapkan hari-hari itu kembali, karena kutemukan keindahan pada kisah-kisah masa lalu itu, setelah banyak kutafsirkan kepedihan, dengan segenap luka dan permaafanku.
Hari ini, tentu saja hanyalah lanjutan langkah-langkah kecilku, yang sebentar kemudian akan menjadi jejak. Ada kegamangan: apakah langkah-langkah kecil ini harus dilanjutkan? Namun, dengan sederhana juga bisa kukatakan, bahwa kutemukan pula keteguhan sederhana: bukankah langkah-langkah kecil ini yang menjadikanku berarti?
Karena semua itu, istriku…..
Aku mencintaimu, karena aku hanya ingin mencintaimu, dan ingin tetap mencintaimu, dengan semua keindahan dan kesederhanaan yang bisa kusyukuri dari kehidupan, dan kehadiranmu….
I love you
******
: itu email dari suamiku saat aku selama satu minggu karena tugas kantor, tidak bisa pulang ke rumah. Itu juga surat cinta pertama setelah 7 tahun kami menikah. Kami, aku dan suami, setelah tinggal serumah setelah menikah, memang tidak pernah lagi surat-suratan. Apa-apa langsung diomongkan kalau ketemu.
Aku sangat suka email suamiku itu, membaca email itu aku jadi teringat puisi ‘Aku Ingin’ -nya Sapardi Djoko Darmono. Hehehehehee, narsis ya? Si tolol ini memang referensi soal puisinya sangat terbatas, paling-paling ingetnyaSapardi aja.
Oh ya, sehabis membaca email itu aku juga menangis, hahahhaa, dan lagi-lagi teringat puisinya Sapardi ‘dalam diriku’ yang terilhami lagu because-nya Beatles, ‘karena hidup itu indah, aku menangis sepuas-puasnya. versinya Beatles, because the sky is blue, it makes me cry, because……
Ini puisi ‘Dalam Diriku’ Sapardi:
dalam diriku mengalir sungai panjang, darah namanya
dalam diriku menggenang telaga darah,
sukma namanya
dalam diriku meriak gelombang sukma, hidup namanya!
dan karena hidup itu indah, aku menangis sepuas-puasnya.
Yang ini lirik Because-nya Beatles:
Because the world is round it turns me on,
Because the world is round…aaaaaahhhhhh
Because the wind is high it blows my mind
Because the wind is high……aaaaaaaahhhh
Love is all, love is new
Love is all, love is you
Because the sky is blue, it makes me cry
Because the sky is blue…….aaaaaaaahhhh
Aaaaahhhhhhhhhh….
*****
Tentu jika dibandingkan dengan puisi Sapardi dan Beatles, email cinta suamiku, belum ada apa-apanya, hehehhee. Tapi bagaimana pun, email itu telah membuatku bahagia dan mensyukuri hidup. Dan itu lah poin-nya, bahagia dan mensyukuri hidup. Jadi meski tolol, aku tetap harus belajar untuk terus mensyukuri hidup.
2 Responses to “Email Cinta Sang Suami”
Leave a Reply
You must be logged in to post a comment.
wah indahnya..
kadang sesuatu yang sederhana bisa jadi sangat berarti dalam cinta..
semoga kalian selalu bahagia..
aamiiinn..
Yup, betul hidup harus di syukuri..